Depkes Siap Melayani Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Categories:


Depkes siap melayani kesehatan Jamaah Haji Indonesia di Arab Saudi. Apalagi kini Pemerintah Indonesia telah memiliki gedung Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Azizah di Mekah Arab Saudi. Gedung ini dilengkapi sarana dan prasarana setara RS tipe C dengan 4 ambulans yang siap selama 24 jam. Memiliki 3 lift umum dan 1 lift pasien. Tersedia kamar bedah yang ditata secara modern, dengan pintu gawat darurat tersendiri. BPHI ini juga dilengkapi ICU/ICCU yang mampu merawat 12 penderita dengan perlengkapan yang memenuhi standar internasional. Memiliki 150 tempat tidur ( TT ) termasuk ruang perawatan VIP dan setiap kamarnya dilengkapi toilet. Secara resmi BPHI telah diresmikan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan dr. Farid Wadjdi Husain, Sp.B(K), Senin, 13 Juli yang lalu.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, Tim Fungsional BPHI Depkes terus menyiapkan gedung seluas 6.257m2 ini sebagai pusat pelayanan kesehatan jamaah haji Indonesia saat musim haji tiba. Gedung BPHI terdiri 9 lantai, terletak di kawasan elit Kholidiah, 4 km dari Masjidil Haram dan aksesnya mudah dicapai dengan segala jenis kendaraan.
Lantai 1 digunakan sebagai ruang radiologi, laboratorium, depo farmasi, kamar operasi, instalasi gas medik dan ruang administrasi. Lantai 2 digunakan untuk pelayanan HCU, CEU (12 TT) dan ruang perawatan intermediate (20 TT). Lantai 3 digunakan untuk ruang perawatan intermediate laki-laki dan ruang pasien jiwa/ psikiatri (30 TT). Lantai 4 digunakan sebagai ruang poliklinik. Lantai 5 digunakan sebagai ruang perawatan wanita (63 TT). Lantai 6 digunakan untuk menyimpan peralatan medik, gudang obat dan ruang rawat inap wanita (30 TT). Lantai 7 sebagai ruang staf medis dan gudang obat farmasi. Lantai 8 dipakai sebagai ruang pertemuan dan ruang khusus. Lantai 9 digunakan sebagai dapur umum, ruang gizi klinis, dan ruang cuci.
Saat ini, Departemen Kesehatan juga telah menyiapkan 306 tenaga kesehatan haji Indonesia (TKHI) non kloter yang akan bertugas di daerah kerja (daker) di Jeddah, Mekah dan Madinah. Jumlah dan jenis tenaga yang dibutuhkan adalah dokter spesialis (78 orang), dokter gigi ( 2 orang), perawat (158 orang), ahli farmasi (29 orang), sanitarian (21 orang), analisis (3 orang), rekam medis (2 orang), penata rontgen (2 orang), ahli gizi (3 orang), siskohat (3 orang), dan tenaga TUH (5 orang). Tiap-tiap wilayah ini akan dilengkapi dengan ambulan.
Sejak terbitnya UU nomor 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji, maka pelayanan kesehatan ibadah haji Indonesia menjadi tanggung jawab Departemen Kesehatan, sebelumnya diselenggarakan oleh Departemen Agama. Pelayanan kesehatan jamaah haji ini dimulai sejak jamaah masih di Tanah Air, Arab Saudi dan 14 hari setelah pemulangan.

Leave a Reply