KEMENKES SIAGAKAN RIBUAN POS KESEHATAN SEPANJANG JALUR MUDIK

Categories:


Ribuan posko layanan kesehatan disiapkan Kementerian Kesehatan untuk membantu arus-balik Lebaran 2015. Tingginya animo masyarakat pulang kampung setiap lebaran meningkatkan potensi kecelakaan, kelelahan, dan kambuhnya penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan asma. Pemudik yang makan sembarangan juga berpotensi mengalami keracunan makanan. Selain itu, yang juga perlu diwaspadai oleh masyarakat adalah tindak kejahatan.
Data Kementerian Perhubungan RI menunjukkan bahwa jumlah pemudik tiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan. Pemudik tahun 2012 berjumlah 17.615.197 orang. Pemudik tahun 2013 berjumlah 18.587.668 orang. Pemudik tahun 2014 berjumlah 19.618.530 orang. Tahun 2015 ini jumlah pemudik diprediksi meningkat 1.96 %. Kurang lebih 20.002.724 pemudik.
Arus mudik utama terjadi di 10 Provinsi. Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
“Sebenarnya, telah telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan kematian pada arus mudik tahun lalu. Menurut data Polri terjadi 3.122 kasus kecelakaan. Jumlah ini lebih rendah 15,04% dibanding jumlah kecelakaan pada 2013, namun masih berakibat 701 orang meninggal,” ungkap Menteri Kesehatan Prof Dr.dr.Nila F Moeloek Sp.M.(K) pada Apel Siaga Kesiapan Bidang Kesehatan Mudik Lebaran Tahun 2015/1436 H. di Kantor Kemenkes RI di Jakarta, Selasa pagi (30/6). Apel dihadiri Dinas Kesehatan se-Jabodetabek, Rumah Sakit, jajaran lintas program dan lintas sektor terkait.

“Kecelakaan menimbulkan kematian atau kecacatan seumur hidup, itu yang harus kita cegah. Satu kecelakaan itu sudah terlalu banyak, karena satu saja kecacatan atau kematian akibat kecelakaan akan mempengaruhi kehidupan orang lain ”, kata Menkes.
Penurunan jumlah kecelakaan dan kematian arus mudik diwujudkan upaya-upaya seperti: 1) Peningkatan kesadaran dan pemahaman para pemudik tentang mudik yang sehat, aman, dan selamat; 2) Kesiapan seluruh jajaran Pemerintah baik kesehatan maupun non-kesehatan untuk memberikan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan terbaik bagi pemudik di sepanjang perjalanan. Penyediaan sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan mencukupi, termasuk sopir yang sehat dan bertanggung-jawab.

Dalam rangka menekan angka kematian di jalan itulah, setiap tahun Kementerian Kesehatan di seluruh Tanah Air selalu melakukan kegiatan kesiapsiagaan bidang kesehatan menjelang hari Raya Idul Fitri/lebaran. Ini dilakukan dengan menyiapkan dan menyiagakan fasilitas kesehatan yang sudah ada dan pengadaan pos-pos kesehatan di sepanjang jalur mudik. Fasilitas kesehatan sementara di tempat-tempat yang diperlukan pada jalur angkutan lebaran.
Tahun ini, sebanyak 870 pos kesehatan, 1.094 Puskesmas serta 1.554 Rumah Sakit disiagakan. Siap melayani kebutuhan kesehatan pemuldik selama 24 jam selama arus mudik di Sumatera, Jawa dan Bali. Selain itu, 21 ambulans dan 8 kendaraan khusus juga disiapkan. Seperti kendaraan roda empat untuk Promosi Kesehatan, Logistik, dan Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi.

KEMENKES SIAGAKAN RIBUAN POS KESEHATAN SEPANJANG JALUR MUDIK KEMENKES SIAGAKAN RIBUAN POS KESEHATAN SEPANJANG JALUR MUDIK3 KEMENKES SIAGAKAN RIBUAN POS KESEHATAN SEPANJANG JALUR MUDIK4 KEMENKES SIAGAKAN RIBUAN POS KESEHATAN SEPANJANG JALUR MUDIK5

Leave a Reply