KUMIS KUCING DAN GINJAL YANG TERKONTAMINASI PLUMBUM

Categories:


Logam berat dalam bentuk ion yang bersifat toksik, dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi, yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis selsel epitel tubulus ginjal. Hal ini dapat dinilai berdasarkan jumlah sel epitel tubulus ginjal yang mengalami degenerasi dan nekrosis akibat paparan logam berat.

Kerusakan jaringan dan pendarahan, khususnya pada ginjal, akan menyebabkan produksi eritropoeitin terganggu. Akibatnya proses hematopoiesis terganggu. Ginjal mempunyai peranan dominan dalam produksi eritropoeitin. Untuk mengurangi jumlah sel nekrosis epitel tubulus ginjal dan gangguan hematopoiesis akibat paparan logam berat diperlukan bahan yang dapat mengikat logam berat tersebut (Santosa, 2009).

Menurut penelitian Hariono (2005), pemberian Pb asetat 0,5gr/KgBB/oral/hari selama 16 minggu pada tikus menunjukkan perubahan pada sel hati dan ginjal. Secara mikroskopis dengan pewarnaan HE, sel hati dan ginjal pada minggu ke 14 dan 16 tampak pucat. Epitel tubulus proksimal ginjal terlihat mengalami degenerasi, hiperplasi, dan kariomegali pada minggu ke-8, pelebaran lumen tubulus dan ruang Bowman serta adanya benda-benda inklusi dalam inti sel (Anggraini, 2008).

 

Tradisional

Pengobatan yang sekarang banyak dikembangkan adalah pengobatan alami. Hal ini dinilai lebih aman karena pengobatan dengan metode kimia ditakutkan akan menyebabkan efek samping yang tidak baik. Pengobatan organ ginjal bisa dilakukan dengan memanfaatkan tanaman kumis kucing.

Kumis kucing merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat tradisional untuk
antiinflamasi. Menurut Dalimartha (2000) herba kumis kucing yang rasanya manis sedikit pahit dan sejuk, berkhasiat sebagai antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan panas, serta menghancurkan batu saluran kencing.

Herba kumis kucing disinyalir memiliki kemampuan untuk pengobatan infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kencing, kencing batu, sembab karena timbunan cairan di jaringan (edema), kencing manis (diabetesmellitus), tekanan darah tinggi (hipertensi), dan rematik gout. Penelitian Anindhita (2007) menunjukkan adanya daya antiinflamasi infusa herba kumis kucing dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20% pada tikus putih jantan galur Wistar.

Menurut penelitian Rianto dkk. (2005), daun kumis kucing dapat mengurangi kandungan logam berat pada daging sapi yang direbus secara signifikan. Daging sapi yang direbus dengan daun kumis kucing kadar logam beratnya dapat berkurang dan bahkan hilang mulai dari konsentrasi 5%. Kemampuan kumis kucing yang bagus dalam pengobatan ginjal disebabkan kandungan kimia yang ada pada ekstraknya, terutama daunnya

Ekstrak daun kumis kucing menurut Wakidi (2003) mengandung senyawa kimiasaponin, kalium, minyak atsiri, glukosit orthosiphonin, zat samak dan minyak. Kemampuan kumis kucing terbukti efektif dalam pengobatan batu ginjal diharapkan pula mampu mengatasi permasalahan ginjal yang lain, yaitu kerusakan ginjal akibat adanya bahan
pencemar dalam tubuh organisme

 

Polusi Logam

Polusi logam berat merupakan masalah serius di seluruh dunia. Polusi plumbum (Pb) atau timbal antara lain diakibatkan oleh penambangan dan industri yang menggunakan plumbum. Asap, debu, dan gas mengandung plumbum yang berasal dari asap kendaraan bermotor serta pembuangan limbah pabrik baterai, cat, tekstil, juga buruknya sanitasi makanan, merupakan faktor penunjang terjadinya keracunan plumbum pada mahluk hidup.

Penelitian tentang keracunan plumbum di Amerika (CDC, 1991) menyatakan bahwa meskipun kadar plumbum dalam darah populasi mengalami penurunan, tetapi kadar terendah paparan plumbum masih tetap meluas.

Diperkirakan 2 juta anak-anak pra-sekolah mempunyai kadar plumbum dalam darahnya. Lebih dari 1,4 juta pekerja dewasa mempunyai potensi terpapar plumbum di lingkungan kerja. Dan ribuan kasus melaporkan terjadinya peningkatan kadar plumbum dalam darah.

Logam plumbum berasal dari buangan industri metalurgi yang bersifat racun dalam bentuk Pb-arsenat dan dapat juga berasal dari proses corrosion lead bearing alloys. Kadangkadang logam plumbum terdapat dalam bentuk kompleks dengan zat organik seperti heksaetil plumbum dan tetra alkyl lead (TAL).

Plumbum banyak digunakan dalam industri. Bentuknya seperti storage battery, additif BBM, pigmentasi pada cat merah, amunisi, solder, pelindung kabel, anti-fouling paint, dan lain sebagainya. Barang-barang tersebut menjadi jembatan perantara masuknya plumbum dalam tubuh.

Zat pencemar tersebut akan terakumulasi pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti ginjal, hati, kuku, dan rambut. Sampai sekarang belum diketahui berapa waktu yang dibutuhkan logam dari masuknya melalui makanan sampai terakumulasi dan merusak.

Pada hewan dan manusia, plumbum dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi
serta melalui pernapasan dan penetrasi pada kulit. Dalam tubuh manusia, plumbum dapat menghambat aktifitas enzim yang terlibat dalam pembentukan hemoglobin dan dapat menyebabkan penyakit anemia.

Tempat akumulasi pencemar itu adalah hati, ginjal, otak, dan insang (untuk ikan). Gejala yang diakibatkan dari keracunan logam plumbum adalah kurangnya nafsu makan, kejang, kolik usus, muntah dan pusing-pusing. Plumbum dapat juga menyerang susunan saraf dan mengganggu sistem reproduksi, kelainan ginjal, dan kelainan jiwa (Iqbal dan Qodir, 1990; Palar, 1994).

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerentanan tubuh terhadap logam berat, khususnya plumbum adalah
nutrisi, kehamilan dan umur (Hamid, 1991). Kurang gizi akan meningkatkan kadar plumbum yang bebas dalam darah.

Dinyatakan pula defisiensi Fe dan Pb akan menyebabkan gangguan ekskresi plumbum pada tulang, sehingga meningkatkan kadarnya pada jaringan lunak dan juga menyebabkan hemotoksisitas.

KUMIS KUCING DAN GINJAL YANG TERKONTAMINASI PLUMBUM2

Leave a Reply