KEMENKES BERI PENGHARGAAN TIM DVI AIR ASIA QZ8501

Categories:


Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp. M(K) memberi penghargaan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pesawat Air Asia Qz8501 di kantor Polda Jawa Timur, Surabaya pada Rabu (17/6) lalu. Penghargaan secara simbolis diberikan kepada Gubernur Jawa Timur, Kepala Polisi Daerah Jawa Timur, Walikota Surabaya, dan Ketua Tim DVI yang telah bekerja keras dalam penanganan korban kecelakaan transportasi udara pesawat Air Asia QZ8501.

Pencarian korban dan puing pesawat dipimpin oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) melibatkan berbagai instansi terkait non kesehatan. “Tim ini bekerja tanpa lelah untuk menemukan, mengevakuasi pesawat, jenazah korban, serta melakukan proses identifikasi jenazah”, jelas Menkes. Proses identifikasi jenazah oleh Tim DVI dilakukan di beberapa tempat dengan sangat baik, didukung oleh berbagai pihak terkait sehingga mampu mengidentifikasi seluruh jenazah dengan cepat, tambahnya.

Sementara Menkes mengatakan bahwa musibah ini sungguh memprihatinkan kita semua, karena medan yang sulit sehingga pencarian korban membutuhkan upaya yang sangat luar biasa. Selain itu, kesedihan dan kecemasan keluarga korban yang menanti sanak keluarganya, perhatian masyarakat nasional maupun internasional yang sangat peduli pada kejadian ini serta proses identifikasi yang tidak mudah, merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para petugas saat itu”, kata Menkes.

Pencarian para korban ini memakan waktu yang cukup panjang dan membutuhkan kerja keras semua pelaksana. Dan dua hari kemudian puing-puing dan jasad penumpang ditemukan di Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah.

Menkes menjelaskan upaya penanggulangan krisis kesehatan pada kecelakaan transportasi udara pesawat Air Asia QZ8501 mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak baik nasional maupun internasional. “Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja sama berbagai pihak dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan pada kejadian kecelakaan transportasi udara tersebut”, kata Menkes.

Menkes juga menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi sangat penting dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Tantangan ke depan akan semakin besar dan kompleks, mengingat situasi global yaitu meningkatnya mobilisasi penduduk baik nasional maupun internasional, adanya kemudahanakses dan keterjangkauan biaya, baik transportasi darat, laut dan udara. Hal ini terlihat dari data kejadian krisis kesehatan dan kasus penyebab kematian tertinggi, salah satunya adalah karena kecelakaan transportasi”, ujar Menkes

Di akhir sambutannya, Menkes menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam penanganan krisis kesehatan ini. Dan berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Peristiwa yang terjadi enam bulan yang lalu ini tepatnya pada tanggal 28 Desember 2014, dimana pesawat Air Asia QZ8501 hilang kontak dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura ini membawa 162 orang terdiri dari 155 penumpang dan 7 awak pesawat.

Leave a Reply