PASIEN WARGA NEGARA CINA NEGATIF MERS-CoV

Categories:


Hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan menyatakan pasien warga negara Cina (L/37 th) yang dirawat di RSUD dr.Soetomo Surabaya menunjukkan negatif MERS-CoV dan negatif Influenza. Hasil ini diketahui pada Rabu (17/6) petang setelah Balitbangkes menerima sampel pasien yang hingga berita ini diturunkan masih dirawat di RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Berdasarkan pemantauan medis, pasien mengalami perbaikan klinis tidak demam dan tidak sesak pada hari ke-3 sejak mulai gejala. Hasil pemeriksaan laboratorium mengarah ke demam dengue. Selain itu, hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan ke arah pneumonia. Dan pasien juga tidak ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit MERS-CoV di Jazirah Arab maupun Korea Selatan, serta tidak ada riwayat kontak dengan penderita MERS-CoV.
Pasien mulai sakit pada tanggal 14 Juni 2015 dengan gejala demam dengan suhu >39˚C dan sesak nafas. Pasien berobat ke RS PHC Surabaya dengan diagnosa awal suspek SARS, diagnose sekunder immunocompremise, dan diagnosa banding adalah DBD. Tanggal 16 Juni 2015 pasien dirujuk ke RSUD dr. Soetomo dan pada tanggal 17 Juni 2015 kondisi umum pasien baik.

Penanganan
Terkait pasien ini koordinasi telah dilakukan antara Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya, Dinas Kesehatan Prov. Jatim, dan RSUD dr. Soetomo. KKP Kelas I Surabaya dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran kontak serta pemantauan kontak kasus. Para pihak yang terlibat telah meningkatkan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi sesuai standar dalam menanganai kasus.
Selain pasien telah diambil spesimennya untuk dikirimkan ke Balitbangkes Jakarta, kepada orang yang kontak erat dengan paseian telah diberikan alat pelindung diri dan dilakukan pemantauan kesehatan secara mandiri.
Upaya lain yang dilakuan adalah berkoordinasi dengan pihak kesyahbandaran untuk melakukan penundaan keberangkatan kapal SE hingga keluar hasil pemeriksaan dari RSUD dr. Soetomo, melakukan karantina terhadap alat angkut, ABK dan TKBM yang melakukan kontak dengan suspek dan lingkungan kapal.

MERS-CoV
Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV) pertama kali dilaporkan di Saudi Arabia pada Maret 2012. Sebelumnya, Corona Virus ini tidak pernah ditemukan di dunia. Virus ini berbeda karakteristik dengan virus corona SARS yang menjangkiti 32 negara di dunia pada tahun 2003. Komite International Taxonomy Virus atau The Corona Virus Study Group of The International Committee on Taxonomy of viruses pada tanggal 28 Mei 2013 sepakat menyebut Virus corona baru tersebut dengan nama MERS-CoV, baik dalam komunikasi publik maupun komunikasi ilmiah.
Gejala klinis MERS-CoV pada umumnya demam, batuk, gangguan pernafasan akut, timbul gambaran pneumonia, dan kadang-kadang terdapat gejala gangguan saluran pencernaan seperti diare. Kelompok yang berisiko tertular adalah orang usia lanjut (lebih dari 60 tahun), anak-anak, wanita hamil dan penderita penyakit kronis (diabetes mellitus, hipertensi, penyakit Jantung dan pernafasan dan defisiensi immunitas).
Dan hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk pasien MERS-CoV. Perawatan yang bersifat mendukung kelangsungan hidup disesuaikan dengan kondisi pasien yang terjangkit.
Agar terhindar dari MERS-CoV, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari kontak erat dengan penderita, menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dan menerapkan etika batuk ketika sakitPASIEN WARGA NEGARA CINA NEGATIF MERS-CoV2 PASIEN WARGA NEGARA CINA NEGATIF MERS-CoV3

Leave a Reply