Tana Toraja, Tanah Kerajaan Surga

Categories:


 

Tana Toraja, tempat nan indah dan mempesona. Laksana tanah kerajaan surga, begitu wisatawan menyebutnya. Pemandangan alam yang menajubkan, batu granit yang memukau setiap mata memandang, birunya pegunungan yang jauh disana dan hamparan lembah yang luas. Di lembah penuh rumput hijau inilah masyarakat menggembalakan dombanya. Lengkap sudah ciptaan yang Maha Kuasa memanjakan mata siapa saja yang melihatnya. Seraya mengatakan Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan. Masihkah kita mengingkari nikmatnya? Kekayaan alam yang melimpah dan panorama yang indah. Semua itu terhampar di Tana Toraja.
Tana Toraja, wilayah indah yang terletak 350 km sebelah utara kota Makassar. Sebuah tempat yang terkenal dengan kekayaan budaya, diantaranya berupa rumah adat yang bernama Tongkonan. Rumah yang atapnya terbuat dari daun nipah atau kelapa. Hebatnya, bentuk bangunan ini mampu bertahan hingga 50 tahun. Tongkonan juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat, seperti strata emas, perunggu besi dan kuningan.
Selain alamnya yang indah, Tana Toraja penuh dengan tempat wisata budaya. Diantaranya, upacara pemakaman yang disebut Rambu Taka. Di Tana Toraja mayat tidak dikubur, tapi diletakkan di Tongkonan beberapa waktu. Biasanya jangka waktu yang dibutuhkan lebih dari 10 tahun, sampai keluarga memiliki cukup uang untuk melaksanakan upacara yang pantas bagi mayat. Setelah upacara, mayatnya dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di dalam goa atau dinding gunung. Jika ingin menyaksikan upacara pemakaman atau sering disebut musim festival pemakaman dapat menentukan waktu wisata di Tana Toraja pada akhir Juni dan paling lambat bulan September.

Menuju Tana Toraja
Ada dua pilihan perjalanan menuju Tana Toraja. Pertama, perjalanan udara. Perjalanan ini dimulai dari lapangan terbang Hasanuddin, Makasar menuju Tana Toraja. Penerbangan ini hanya hanya sekali dalam seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang. Namun, waktu yang dibutuhkan hanya 45 menit dari bandara Hasanuddin, Makassar. Kedua, perjalanan darat. Naik bus dari terminal Panaikan Makasar menuju Rantepao Tana Toraja. Lama perjalanan kurang lebih 8 jam.
Wisatawan yang ingin tinggal di tengah kota, memiliki banyak pilihan hotel. Tapi, jika memiliki jiwa petualang, dapat tidur di desa bersama masyarakat sekitar. Disamping itu, ada wisata menjelajahi pasar tradisional. Disini anda akan menemukan biji kopi khas Toraja ( Robusta dan Arabica) dan buah-buahan khas lainya seperti Tamarella atau Terong Belanda. Jangan lupa mengunjungi Batu Tomonga, artinya batu yang mengarah ke awan. Disini anda dapat melihat batuan vulkanik yang bermunculan pada hamparan sawah, serta batu raksasa yang
menjadi Goa. Benar-benar nampak pemandangan indah dan menjadikan Tana Toraja terlihat hijau dan subur. Ada
pula Palawa, tempat kawasan festival penguburan. Terdapat tempat makan berjajar di sepanjang jalan, termasuk toko cindera mata berupa pakaian, tas, dompet dan kerajinan tangan lainnya.

Tana Toraja2 Tana Toraja3

Leave a Reply