TRANSPLANTASI GINJAL JADI PILIHAN TERBAIK

Categories:


Saat seseorang sudah dinyatakan bahwa ginjalnya pada tingkat eternalisis atau sudah harus cuci darah pada kronik tahap 5, mereka tidak punya pilihan lain. Hanya ada tiga pilihan, yaitu transplantasi ginjal, cuci darah dan peritonial dialisis.

Mungkin tidak banyak pasien gagal ginjal kronik berkeinginan untuk melakukan pilihan pertama untuk melakukan
transplantasi ginjal. Berbagai alasan membuat para pasien ini bahkan enggan untuk memikirkannya, seperti biaya yang sangat mahal dan proses mencari donor yang bisa dibilang tidak mudah.

Yang terjadi saat ini, pasien lebih memilih melakukan cuci darah yang mereka lakukan secara rutin dalam periode tertentu. Dan pilihan untuk cuci darah ini juga semakin menguat ketika pemerintah menyatakan akan menanggung beban cuci darah bagia siapa saja rakyat Indonesia melalui program BPJS Kesehatan.

Padahal beban biaya cuci darah rutin selama kurun waktu 3-4 tahun sama dengan beban biaya yang dikeluarkan seseorang untuk melakukan sekali transplantasi ginjal. Transplantasi ginjal menurut ilmu kedokteran saat ini dinilai sebagai pilihan terbaik bagi pasien gagal ginjal kronik.

Ketua Departemen Urologi RSCM-FKUI, DR. dr. Nur Rasyid, SpBU mengatakan pasien yang baru dideteksi gagal
ginjal kronik sebaiknya melakukan transplantasi. ‘’Karena semakin lama penderita gagal ginjal kronik melakukan cuci darah, selain dana membengkak, umur ginjal juga akan lebih pendek karena angka penolakan lebih tinggi,’’ tutur dia kepada Mediakom.

Lebih awal melakukan transplantasi ginjal, menurut Nur Rasyid lebih baik. Ia mengatakan dengan kemajuan obat-obatan, transplantasi ginjal bisa berjalan lebih lancar. Penolakan ginjal transplan pada penerima seharusnya tidak terjadi.

‘’Dengan kemajuan obat-obatan imunosupresan bahkan orang beda golongan darah sekarang bisa melakukan transplantasi ginjal,’’ tutur Nur Rasyid. Imunosupresan adalah kelompok obat yang digunakan untuk menekan respon imun seperti pencegah penolakan transpalansi. Namun jika transplantasi dilakukan dengan kondisi beda golongan darah tentunya akan ada perlakuanperlakuan berbeda yang membuat biayanya transplantasi menjadi lebih mahal lagi.

Dan setelah transplantasi ginjal, seorang individu tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Satu bulan pasca transplantasi, tubuh belum normal tapi sudah segar dan terus sampai 2 bulan.’’Tapi
setelah 3 bulan, biasanya sudah bisa olahraga seperti biasa, bagi yang proses transplantasinya diterima dengan baik,’’ tegas Nur Rasyid. Meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi juga telat untuk berfungsi atau delay function yang biasanya ditandai dengan kencingnya keluar lalu berangsur semakin sedikit. Namun konsumsi obat bisa diatur untuk kembali memicu produksi urin sehingga pasien bisa kencing kembali

 

BPJS Kesehatan Pasien Gagal Ginjal

Terkait BPJS, menurut Nur Rasyid, Indonesia dinilai terlalu berani dan nekat. Ia menggambarkan bahwa negara Amerika Serikat melalui program Obama Cara saja tidak bisa menanggung kesehatan seluruh rakyatnya.

Saat ini, BPJS Kesehatan mungkin saja masih bisa menanggung seluruh biaya perawatan pasien gagal ginjal.’’Itu karena rakyat kita belum bisa dibilang medical minded, tapi kalau rakyat sudah medical minded pasti BPJS tidak sanggu lagi,’’ tutur Nur Rasyid.

Namun adanya BPJS Kesehatan juga memberi pengaruh positif. ‘’Dengan orang tidak mengeluarkan biaya untuk berobat akan mengurangi pasien untuk melakukan pengobatan alternatif,’’ kata Nur Rasyid. Dan sekarang orang tidak takut untuk berobat ke dokter yang berbasis ilmu pengetahuan.

Di sisi lain, pemerintah harus siap terjadinya pembengkakan biaya untuk pengobatan pasien gagal ginjal. Karena dulu orangorang yang sakit parah lebih memilih diam atau ngendon di rumah, sekarang muncul semua. Namun
setelah pembengkakan dan pasien gagal ginjal parah bisa tertangani, tinggal menyadarkan pasien-pasien pada tingkal awal sehingga BPJS bisa hidup lagi.

TRANSPLANTASI GINJAL JADI PILIHAN TERBAIK2

Leave a Reply