Waspada Influenza A

Categories:


Jangan anggap enteng influenza A H1N1. Penyakit influenza atau flu disebabkan oleh virus influenza. Penyakit yang disebabkan oleh virus belum ada obatnya. Obat yang ada adalah untuk mengobati gejala/symptomnya. Virus influenza banyak jenis/spesiesnya, ada influenza A, B dan C.
Sedangkan influenza A juga banyak spesies atau jenisnya, seperti influenza A H1N1 yang menyebabkan wabah flu Spanyol tahun 1918, influenza H2N2 yang menyebabkan flu Asia tahun 1957, influenza A H3N2 yang menyebabkan flu Hongkong tahun 1968, influenza A H5N1 atau flu burung yang merebak sejak tahun 2005 hingga sekarang dan influenza A H1N1 yang semula disebut swine flu atau flu babi yang muncul pertama kali di Meksiko dan Amerika Serikat awal April 2009 dan dinyatakan pandemi oleh WHO sejak tanggal 11 Juni 2009 hingga sekarang.

Pasien influenza dibagi dalam tiga kategori, yakni suspect, probable, konfirmasi.

1. Suspek
Seseorang dengan gejala infeksi pernapasan akut ( demam dengan suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih ), mulai dari yang ringan (Influenza Like Illnes/ILI) sampai pneumonia, ditambah salah satu keadaan di bawah ini :
• Dalam tujuh hari sebelum sakit kontak dengan kasus konfirmasi flu A H1N1 yang baru.
• Dalam tujuh hari sebelum sakit berkunjung ke area yang terdapat satu atau lebih kasus konfirmasi flu A H1N1

2. Probable
Seseorang dengan gejala di atas, disertai hasil pemeriksaaan laboratorium positif terhadap flu A H1N1, tapi sub tipenya tidak dapat diketahui dengan menggunakan reagen influenza musiman. Atau seseorang yang meninggal karena penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang tidak diketahui penyebabnya dan berhubungan secara epidemiologi dengan kasus probable atau konfirmasi.

3. Konfirmasi
Seseorang dengan gejala di atas sudah dikonfirmasi laboratorium influenza A H1N1 dengan pemeriksaan satu atau lebih tes di bawah ini :
• Real Time Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction ( RT PCR )
• Kultur virus
• Peningkatan empat kali antibody spesifik influenza A H1N1 dengan netralisasi tes

Penularan
Influenza A H1N1 ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah yakni 0,4%. Kematian yang terjadi pada pasien positif influenza A H1N1 pada umumnya bukan disebabkan karena virus A H1N1 tetapi penyakit lain yang menyertainya seperti orang dalam kondisi
lemah, sakit pernafasan, HIV/AIDS, lanjut usia (lansia) serta Balita dengan gizi kurang.

Pencegahan
• Selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dengan membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik.
• Melaksanakan etika batuk dan bersih yang benar yaitu menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan atau tisu.
• Minum obat penurun panas bila sakit dengan gejala influenza, dan kenakan masker serta istirahat (tidak ke kantor atau ke sekolah) di rumah selama 5 hari. Apabila dalam 2 hari sakit flu tidak membaik segera ke dokter.
• Waspadalah bila orang di sekitar kita menderita gejala flu seperti batuk, pilek dan demam, apalagi jika orang itu baru kembali dari luar negeri.
• Selalu menjaga kesehatan dengan makanan bergizi, bisa juga dengan tambahan suplemen dan istirahat yang cukup serta berolahraga secara teratur.

Pengobatan
Saat ini influenza A H1N1 sudah melanda dunia (dinyatakan pandemi oleh WHO sejak 11 Juni 2009 hingga sekarang). Di Indonesia juga sudah banyak ditemukan kasus positif.
Karena itu, jangan menunggu sakit flu tambah berat. Kalau merasa flu segera minum obat penurun panas. Bila dua hari flu juga tidak membaik segera periksa ke dokter.
Apabila ada gejala flu berat, dokter akan merujuk ke rumah sakit. Di rumah sakit, mereka yang diduga (suspek) influenza A H1N1 berat dirawat di ruang isolasi, dan diberikan obat oseltamivir/tamiflu. Spesimennya diperiksa di laboratorium rumah sakit/laboratorium
regional dan dikonfirmasi di Laboratorium rujukan di Laboratorium Badan Litbangkes Depkes Jakarta. Kalau hasilnya positif, maka pasien dirawat di ruang isolasi selama 7 hari. Setelah kondisinya sehat boleh
pulang.
(Smd dari berbagai sumber)

Leave a Reply